Kamis, 02 Juli 2020

Gerakan Aksi Sosial Ini Membantu Korban Kebakaran di Desa Tarabbi Dusun Temmasarangnge

Gerakan aksi sosial dilaksanakan oleh para relawan HIPMALAKA(himpunan pelajar dan mahasiswa Lakawali) bersama SPK(Solidaritas Peduli kemanusiaan)untuk membantu korban kebakaran yang terjadi di Desa Tarabbi dusun temmasarangnge  pada Minggu (21/06/ 2020).

 Kegiatan aksi sosial dilakukan dengan pengumpulan dana untuk korban kebakaran. Dengan meminta sumbangan di beberapa ruas jalan yang padat lalu lintas. Seperti di persimpangan Jalan dan Pasar. Kegiatan pengumpulan dana ini dilakukan selaman tiga hari.

Agung Rahardi salah satu relawan mengatakan kegiatan penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh masyarakat setempat.Pihaknya berharap bantuan yang diberikan bisa membantu korban kebakaran.
Bentuk sumbangan yang diberikan yaitu sembako seperti beras , Mie instan, telor , ikan kalengan , minyak goreng, susu, gula,teh celup serta pakaian layak pakai dan uang tunai.

Sebagai informasi kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu menyebabkan terbakarnya satu rumah.
Agung Rahardi mengatakan pihaknya berterimakasih kepada seluruh warga yang sudah memberikan bantuan. “Karena sejatinya Manusia Saling menolong dan saling membantu”

Penulis : Khadir Halid

Senin, 04 Mei 2020

Spekulasi dan Opini dimana mereka yang tidak peduli, masa pandemi harus di lalui

Penyebaran virus korona baru penyebab Covid-19 yang kian masif di Tanah Air membangkitkan solidaritas warga untuk melawan. Pandemi ini menyadarkan warga melawan sifat mementingkan diri sendiri yang sering muncul ketika dihadapkan pada situasi sulit dan terjepit.

Munkin wakil rakyat kita sibuk dengan mengurus undang-undang , sedangkan kacamta publik hanya fokus dalam penanganan covid19 , sehingga dalam  penenangan covid19 mungkin Para wakil rakyat kami tidak memPrioritaskan  penanganan covid19, sehingga para wakil rakyat tak kunjung hadir Di tengah pandemik covid19 padahal sebelum mereka jadi wakil rakyat kita Dia mengunjungi masyarakat sampai ke polosok desa menyampaiakan anspirasi mereka bahwa "merekalah yang Akan menjadi wakil rakyat yang memperhatikan rakyat,peduli pada rakyat dan selalu pro pada rakyat, tapi itu hanya retorika semata Di tengah pandemik rakyat saat ini butuh kehadiran sosok meraka kini tak kunjung hadir seperti seperti sebelum mereka menjadi wakil rakyat kami.

Menginterpretasikan sosok macam apa, wakil rakyat kita menampakkan lagi dirinya sebagai figur pilihan rakyat yang mewakili yang mewakili suara mereka untuk dapat menilai sesuatu yang amat suptansial dan menyangkut hajat orang banyak. berbagai tindakan dan putusan melahirkan presepsi publik kalau meraka itu hanya menjadikan gedung dewan sebagai tidak lain sebagai disney atau ancol dan menempatkan kepentingan publik sebagai wahana yang mereka mainkan

Mereka seolah lupa dengan jati diri mereka, mereka seakan sangat jauh dengan esensinya yang bekerja untuk membawa kehidupan rakyat indonesia, wakil rakyat tidak lagi menjadi wakil yang betul betul membawah amanah rakyat.

Berbagai kebijakan dan putusan yang melahirkan banyak sekali presepsi yang di dalamnya tidak sedikit muatan kontroversi, tindakan yang menggambarkan seolah olah urgensi hanya ada pada ketetapan mereka seakan tidak peduli kalau akan memancing Spekulasi publik untuk berimajinasi liar tentang arah konstitusional wakil mereka ini.

di masa saat pandemi saat ini terpampang dengan jelas sektor yang harusnya memiliki perhatian khusus dari anggota dewan karna pertibangan urgensiya yang sulit di pandang sebelah mata saja, menjada stabilitas kesejahteraan Masyarakat harusnya menjadi sektro utma yang harus di bahas anggota dewan bukan malah kepentingan sektoral yang tidak memiliki nilai subtansial.

Pengambilan aturan terkait stategi negara menghadapi gempuran pandemi harusnya dapat menjadi prioritas karna yang di butuhkan rakyat adalah cara bisa bertahan dan melawan fenomena yang telah meraja lela. peningkatan kekuatan ekonomi dengan perumusan aturan seperti Undang-undang ciptakerja dan sebagainya merupakan sesuatu yang penting untuk keberlangsungan negara dimasa depan karna tidak bisa di namfikan memang segala aturan itu akan menjadi amunisi baru dalam menjejaki persaingan global dalam sektor ekonomi tetapi saat ini dunia telah menginterpretasikan kondisi persaingan harusnya di anak tirikan, pentingnya kerja sama dan mengokohkan solidaritas global untuk menjegal eksistensi Wabah menjadi prioritas utama.

Isyarat untuk melakukan perumusan hal hal yang di luar kepentingan Masyarakat di masa pandemi harus di jauhkan, berpikir revolusioner sangat penting tapi konsepsi bernegara akan berjalan baik kalau semua orang baik baik saja.

Saya Mengutik dari perkataan Tan Malaka “Kalau sistem itu tak bisa diperiksa kebenarannya dan tak bisa dikritik, maka matilah Ilmu Pasti itu.
Jagalah kebersihan dan gunakan masker saat kepergian semoga kita terhindar dari virus corona Aminn.
Wassalamualaikum wr,wb
Penulis : Khadir Halid

Rabu, 29 April 2020

Social Distancing dan Gerakan Sosial di Tengah Pandemi Virus Corona(Covid19)


Beberapa peneliti Indonesia memperkirakan jumlah penderita Covid-19 di Indonesia bisa mencapai 71.000 kasus pada akhir April jika tidak ada intervensi besar-besaran secara cepat untuk menghambat kecepatan penyebaran virus.Sekelompok peneliti dari China, Inggris, dan Amerika Serikat yang melakukan pemodelan menggunakan data wabah di China menekankan pentingnya waktu dimulainya berbagai langkah mitigasi seperti isolasi, karantina, social distancing hingga lockdown.
Studi tersebut memperlihatkan bahwa 67% kasus Covid-19 di China dapat dicegah jika berbagai langkah mitigasi dimulai seminggu sebelum 23 Januari 2020. Bahkan angka infeksi bisa turun 95% dari total kasus saat ini jika China memulai mitigasi pada awal Januari.

Meskipun infeksi baru ini ditemukan akhir Desember 2019, pemerintah China baru memulai tindakan social distancing dan berbagai langkah mitigasi besar-besaran sejak 23 Januari 2020. Di Indonesia, presiden mengimbau mengurangi interaksi antarorang hampir dua pekan setelah kasus pertama diumumkan. Kini Covid-19 telah menyebar di 17 dari 34 provinsi di negeri ini dengan kasus terkonfirmasi per 24 Maret mencapai 686 dan kematian 55 orang.Masalahnya, sementara social distancing belum maksimal, lebih dari 200 juta umat Muslim di Indonesia akan menjalani puasa Ramadan mulai pekan keempat April. Umumnya, pada bulan itu ada banyak kegiatan buka bersama dan jemaah tarawih tiap malam.

IMBAU  Presiden Joko Widodo awal pekan lalu kepada masyarakat agar mengurangi interaksi antarorang di komunitas dan ruang publik (social distancing) akan efektif memperlambat laju penularan Covid-19 jika disertai kebijakan yang kompak antara pemerintah pusat dan daerah serta pengawasan yang serius di masyarakat.Sebaliknya, social distancing dan berbagai langkah mitigasi lainnya seperti pengetesan massal yang tidak optimal dan pembatasan transportasi publik tanpa sosialisasi yang baik dan perencanaan yang matang justru akan gagal mencegah peningkatan jumlah infeksi secara eksponensial dan menimbulkan beban berat pada sistem kesehatan.Pertemuan yang intens dan dekat antarorang dalam kegiatan itu akan menyulitkan langkah pencegahan transmisi infeksi.

Kita bisa belajar dari merebaknya wabah Covid-19 di berbagai kota di China pada bulan Februari akibat migrasi penduduk menjelang Tahun Baru Imlek 25 Januari lalu.
Manfaat besar dari social distancing:Social distancing merupakan salah satu metode kesehatan masyarakat untuk mengurangi interaksi orang-orang di komunitas.
Cara ini efektif untuk mengurangi transmisi penyakit seperti Covid-19 yang terjadi melalui percikan (droplet) dari mulut atau hidung saat batuk, bersin dan berbicara. Transmisi penyakit dengan cara ini umumnya terjadi ketika ada kontak dalam jarak dekat kurang dari 2 meter.
Tujuan utama social distancing adalah mengurangi besarnya wabah, menunda terjadinya puncak epidemi, dan mendistribusikan jumlah penderita infeksi dalam periode waktu yang lebih lama agar beban terhadap sistem kesehatan berkurang.Metode social distancing ini umumnya digunakan ketika sebagian orang yang terinfeksi di masyarakat belum teridentifikasi sehingga belum dapat diisolasi.

Kepala desa lakawali Pantai Andi Wahyuddin.S ,mengapresiasi bergam gerakan sosial di kalangan masyarakat untuk mencegah penyebaran Corona COVID-19.  Gerakan sosial dilakukan sejumlah Perangkat desa dan pemuda pemudi karang taruna Lakawali Pantai  dari berbagai fraksi dan secara personal.

Gerakan sosial yang dilakukan pun beragam, mulai dari pembagian,, hand sanitizer, masker, sabun cuci tangan, sembako, dan serta melakukan kegiatan penyemprotan desinfektan di setiap ruamah warga Serta melakukan penjagaan gerbang masuk desa setiap kendaraan yang masuk akan di semprot desinfektan, kegiatan ini di lakukan secara bergantian perangkat desa, pemuda karang taruna desa Lakawali Pantai serta tokoh masyrakat, upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

serta yang penting di lakukan saat ini adalah mengintensifkan fungsi Sosialisasi yang bergerak pada upaya untuk mengedukasi Masyarakat yang terkait tentang pentingnya untuk waspada, serta keberdayaan Masyarakat dalam melakukan upaya yang berkaitan dengan prosesi kehidupan sehari hari sebelum masa pandemik. pemahaman Masyarakat tentang upaya menjaga produktifitas dalam masa pandemi ini. pemahaman tentang penggunaan teknologi sangat penting di masifkan agar tercipta kondisi keberfungsian soaial yang sekiranya tetap dapat di jaga Masyarakat. momentum untuk memberikan edukasi tentang penerapan teknologi sekiranya dapat di lakukan saat ini.
dan yang terpenting bagi kita untuk melahirkan sikap untuk peduli atas sesama, hikma terbaik yang dapat di ambil dari fenomena ini adalah upaya kita dalam menggembalikan diri kita sebagai manusia yang esensial. di samping telah adanya upaya Pemerintah dalam menjaga stabilitas kehidupan Masyarakat melalui alur bantaun yang masif kita juga dapat berperan pro aktif dalam membantu sesama melalui kekuatan yang kita milik saat ini, dorongan bantuan dari kita sekiranya akan berdampak keberlangsungan kehidupan Masyarakat yang telah mendapat dampak nyata serangan pandemi.
di samping itu penting bagi semua pihak mempertimbangkan potensi terjadinya masalah sosial yang lain yang di identifikasi sebagai bahaya laten seperti tekanan psikologi dan keberfungsian sosial serta problem dalam hal psikososial, dalam menyikapi potensi masalah ini kita sekiranya mampu saling merangkul dan memberikan dukungan satu sama lain berupa dorongan semangat bagi publik yang terdampak pandemik serta kesedian kita untuk menjauhkan diri maindset atas praktik marjinalisasita

Oleh: "Khadir Halid