Senin, 04 Mei 2020

Spekulasi dan Opini dimana mereka yang tidak peduli, masa pandemi harus di lalui

Penyebaran virus korona baru penyebab Covid-19 yang kian masif di Tanah Air membangkitkan solidaritas warga untuk melawan. Pandemi ini menyadarkan warga melawan sifat mementingkan diri sendiri yang sering muncul ketika dihadapkan pada situasi sulit dan terjepit.

Munkin wakil rakyat kita sibuk dengan mengurus undang-undang , sedangkan kacamta publik hanya fokus dalam penanganan covid19 , sehingga dalam  penenangan covid19 mungkin Para wakil rakyat kami tidak memPrioritaskan  penanganan covid19, sehingga para wakil rakyat tak kunjung hadir Di tengah pandemik covid19 padahal sebelum mereka jadi wakil rakyat kita Dia mengunjungi masyarakat sampai ke polosok desa menyampaiakan anspirasi mereka bahwa "merekalah yang Akan menjadi wakil rakyat yang memperhatikan rakyat,peduli pada rakyat dan selalu pro pada rakyat, tapi itu hanya retorika semata Di tengah pandemik rakyat saat ini butuh kehadiran sosok meraka kini tak kunjung hadir seperti seperti sebelum mereka menjadi wakil rakyat kami.

Menginterpretasikan sosok macam apa, wakil rakyat kita menampakkan lagi dirinya sebagai figur pilihan rakyat yang mewakili yang mewakili suara mereka untuk dapat menilai sesuatu yang amat suptansial dan menyangkut hajat orang banyak. berbagai tindakan dan putusan melahirkan presepsi publik kalau meraka itu hanya menjadikan gedung dewan sebagai tidak lain sebagai disney atau ancol dan menempatkan kepentingan publik sebagai wahana yang mereka mainkan

Mereka seolah lupa dengan jati diri mereka, mereka seakan sangat jauh dengan esensinya yang bekerja untuk membawa kehidupan rakyat indonesia, wakil rakyat tidak lagi menjadi wakil yang betul betul membawah amanah rakyat.

Berbagai kebijakan dan putusan yang melahirkan banyak sekali presepsi yang di dalamnya tidak sedikit muatan kontroversi, tindakan yang menggambarkan seolah olah urgensi hanya ada pada ketetapan mereka seakan tidak peduli kalau akan memancing Spekulasi publik untuk berimajinasi liar tentang arah konstitusional wakil mereka ini.

di masa saat pandemi saat ini terpampang dengan jelas sektor yang harusnya memiliki perhatian khusus dari anggota dewan karna pertibangan urgensiya yang sulit di pandang sebelah mata saja, menjada stabilitas kesejahteraan Masyarakat harusnya menjadi sektro utma yang harus di bahas anggota dewan bukan malah kepentingan sektoral yang tidak memiliki nilai subtansial.

Pengambilan aturan terkait stategi negara menghadapi gempuran pandemi harusnya dapat menjadi prioritas karna yang di butuhkan rakyat adalah cara bisa bertahan dan melawan fenomena yang telah meraja lela. peningkatan kekuatan ekonomi dengan perumusan aturan seperti Undang-undang ciptakerja dan sebagainya merupakan sesuatu yang penting untuk keberlangsungan negara dimasa depan karna tidak bisa di namfikan memang segala aturan itu akan menjadi amunisi baru dalam menjejaki persaingan global dalam sektor ekonomi tetapi saat ini dunia telah menginterpretasikan kondisi persaingan harusnya di anak tirikan, pentingnya kerja sama dan mengokohkan solidaritas global untuk menjegal eksistensi Wabah menjadi prioritas utama.

Isyarat untuk melakukan perumusan hal hal yang di luar kepentingan Masyarakat di masa pandemi harus di jauhkan, berpikir revolusioner sangat penting tapi konsepsi bernegara akan berjalan baik kalau semua orang baik baik saja.

Saya Mengutik dari perkataan Tan Malaka “Kalau sistem itu tak bisa diperiksa kebenarannya dan tak bisa dikritik, maka matilah Ilmu Pasti itu.
Jagalah kebersihan dan gunakan masker saat kepergian semoga kita terhindar dari virus corona Aminn.
Wassalamualaikum wr,wb
Penulis : Khadir Halid

6 komentar: